Pabrik Pakan Milik KKP Siap Beroperasi Tahun Ini

Bisnis.com, JAKARTA - Pabrik pakan ikan skala medium di Pangandaran, Jawa Barat, milik Kementerian Kelautan dan Perikanan siap beroperasi pada tahun ini.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan budi daya, khususnya bagi pembudi daya ikan di wilayah Jawa Barat.

"Pabrik pakan yang ada di Pangandaran itu untuk mensuplai [kebutuhan pakan ikan air tawar dan air laut]. Khususnya untuk [para pembudi daya ikan] di Jawa Barat," ujar Slamet kepada Bisnis, saat ditemui di Gedung Mina Bahari IV, Kantor KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019). 

Pabrik pakan yang dibangun pada lahan seluas 7.000 m2 dirancang untuk memproduksi pakan terapung dengan kapasitas optimum 1 ton - 1,2 ton per jam atau mampu mensuplai kebutuhan pakan optimal minimal 3.450 ton per tahun.

"[Memang] tidak bisa mensuplai [pakan ikan budi daya] sempai 100%. Akan tetapi, tujuan pemerintah untuk buffer harga [jual pakan]," lanjutnya.

Sebelumnya, dalam keterangan resmi KKP yang diterima Bisnis, Slamet mengatakan penetapan harga akan melalui Surat Keputusan Dirjen. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan harga bisa terjangkau.

"Tentu kami akan mendorong agar harga pakan ini bisa  terjangkau dan kualitas tetap terjaga. Tujuan awal kami kan bagaimana meningkatkan efisiensi produksi yang saat ini jadi kendala utama. Jadi, kehadiran pabrik pakan skala medium ini diharapkan akan lebih luas menjangkau kebutuhan para pembudidaya ikan dan menekan biaya produksi budidaya minimal 30%", paparnya.

Mengenai masalah jaminan kualitas dan ketersersediaan bahan bakunya, Slamet juga memastikan kualitas produk pakan akan terjamin dan mengacu pada SNI yang sudah ada. Adapun mengenai jaminan bahan baku, dia juga memastikan bahwa bahan baku untuk produksi pakan ikan akan tersedia.

"Untuk bahan baku saya rasa tidak jadi soal, nanti kita akan coba untuk menata logistiknya agar ketersediaannya terus terjamin, tentunya dengan kualitas baik. Hal penting, kami tidak lagi menggantungkan pada sumber bahan baku impor. Kita akan create bagaimana potensi bahan baku lokal yang ada punya performance yang baik bagi efesiensi pakan. Ini tujuan kami", katanya 

Terkait pengelolaan Pabrik Pakan ini, Slamet mengatakan akan menunjuk UPT Ditjen Perikanan Budidaya yang memang sudah kompeten dalam bidang pakan.

Dalam hal ini menurutnya, UPT yang akan ditunjuk kemungkinan bisa Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung,  Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi atau Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara.

Source: bisnis.com, 13 Januari 2019

© 2020 Indo Fisheries Expo & Forum organised by PT Napindo Media Ashatama